Showing posts with label komponen elektronika. Show all posts
Showing posts with label komponen elektronika. Show all posts

Pengertian Induktor Dan Fungsinya - Elektronika Dasar

Pengertian Induktor Beserta Fungsinya - Induktor adalah sebuah komponen yang sering digunakan sebagai beban  indukti. Induktor memiliki fungsi sebagai penyimpanan energi pada medan magnet akibat tengangan listrik yang melaluinya. Induktor yang sangat ideal terdiri dari kawat yang dililit tanpa adanya nilai resistansi. Sifat sifat elektrik dari Induktor ditentukan oleh panjangnya lilitan induktor, diameter induktor, jumlah lilitan dan bahan yang mengililinginya. Nilai induktansi dari sebuah indukto dinyatakan dalam satuan Henry.

Baca Juga : Tranasistor NPN dan PNP Fungsi dan pengertianya

Jenis-Jenis Thirystor Dan Cara Kerjanya

Jenis Jenis Thyristor Beserta Cara Kerjanya -  Kali ini kita akan membahas Beberapa komponen elektronika yang tergolong dalam kelompok Thyristor  beserta cara kerja komponen tersebut diantaranya seperti dibawah ini :
Baca : Pengertian Thyristor dan cara kerjanya 
SCR (Silicon Controlled Rectifier) adalah salah satu jenis Thyristor yang memiliki tiga kaki terminal dan masing masing terminal dinamai dengan GATE ANODA dan KATODA. Secara struktur SCR terdiri dari 4 lapis semikonduktor yaitu PNPN yang memiliki terminal pengendalinya terdapat pada lapisan Positif (P).

Cara Kerja SCR  :
  • Saat SCR tidak dialiri arus listrik, SCR akan berada pada keadaan OFF. Dan saat terminal GATE dialiri arus rendah, SCR akan menjadi ON dan menghantarkan Arus Listrik dari ANODA ke KATODA. MEskipun Arus Listrik GATE dihilangkan, SCR akan tetap berjalan dalam keadaan ON hingga Arus yang mengalir dari ANODA ke KATODA tersebut juga hilang menjadi 0V

SCS (Silicon Controlled Switch) adalah jenis Thyristor yang memiliki 4 kaki terminal ANODE GATE, CATHODE , GATE. Sama dengan SCR, SCS atau biasa disebut Silicon Controlled Switch juga meiliki fungsi sebagai Saklar.

Cara Kerja SCS : 

  • SCS memiliki cara kerja hampir sama dengan SCR, namun SCS dapat di OFF dengan cara memberikan tegangan tertentu pada kaki ANODE GATE (Gerbang Anoda). Perangkat ini juga dapat dipicu dengan memberikan tegangan negatif pada Anode Gate, arus listrik akan mengalir satu arah dari ANODA (A) ke KATODA (K)

TRIAC (Triode from Alternating Current) adalah Thyristor yang memiliki kaki terminal tiga dan masing-masing terminalnya dinamai dengan GATE,MI1 dan MI2. Setelah di picu (trigger) menjadi ON, TRIAC mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah. Oleh karena itu TRIAC sering disebut dengan Bidirectional Triode Thyristor.

Cara Kerja TRIAC :

  • TRIAC memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan SCR, namun TRIAC dapat mengendalikan arus listrik dari dua arah baik dari arah MT1 ke MT2 maupun MT2 ke MT1. Dengan demikian TRIAC dapat digunakan sebagai saklar yang mengendalikan arus DC maupun arus AC. TRIAC akan berubah kondisi ON dan menghantarkan arus listrik apabila terminal GATE diberikan arus listrik, jika arus listriknya dihilangkan maka TRIAC akan berubah OFF

DIAC (Diode Alternating Current) adalah salah satu jenis Thyristor yang hanya memiliki dua kaki terminal dan dapat menghantarkan arus listrik dari kedua arah apabila tegangan melampau batas tegangan brekovernya atau tegangan breakdown. DIAC sering juga disebut dengan Bidirectional Thyristor.

Cara Kerja DIAC :

  • DIAC akan berada pada kondisi OFF bila tegangan yang diberikanya masih dibawah tegangan breakover. Ketika tegangan melampaui batas breakover. DIAC akan berubah menjadi kondisi ON dan menghantarkan arus listrik. Setelah DIAC dipicu menjadi ON, DISC akan terus menghantarkan  arus listrik dalam kondisi ON meskipun tegangan yang diberikan tersebut turun dibawah tegangan breakover. DIAC hanya akan berhenti menghantarkan arus listrik  atau berubah menjadi OFF bila tegangan yang diberikan menjadi 0 dengan kata lain arus listriknya terputus atau diputuskan.

Nah itu saja tentang jenis jenis Thyristor , jika ada kesalahan silahkan dikoreksi dengan berkomentar, artikel diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat..

Pengertian THYRISTOR Beserta Prinsip Kerjanya - Elektronika Dasar

Thyristor adalah sebuah komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai saklar atau biasa disebut swicth, Pengendali yang terbuat dari bahan semi konduktor. Thyristor secara esklusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun thyristor terbuat dari semikonduktor, Thyristor sendiri tidak digunakan sebagai penguat sinya sebagaimana Transistor.

Pada prisipnya, Thyristor yang memiliki terminal tiga akan menggunakan arus tegangan rendah yang diberikan kepada salah satu kaki terminalnya untuk mengendalikan aliran arus tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainya. Sedangkan untuk Thyristor berterminal dua tidak memiliki kendali GATE, fungsi saklarnya akan di aktifkan apabila tengangan pada kedua terminalya mencapai level tertentu. Level tegangan yang dimaksud biasanya disebut Breakdown Voltage. Pada saat dibawah tegangan breakdown. Kedua kaki terminal tidak akan mengaliri arus listrik atau berada pada posisi OFF.

Dalam membahas tentang Saklar (Switch) elektronik, pada dasarnya kita juga dapat menggunakan sebuah komponen elektronik Transistor. Namun bila dibandingkan dengan Transistor, Thyristor akan berfungsi lebih baik dari pada transistor. Hal ini dikarenakan Transistor memerlukan tegangan  yang tepat untuk mengoperasikan fungsi saklarnya, jika tegangan yang diberikan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan maka pada Transistor tersebut akan berada dalam keadan ON dan OFF. Saklar yang berada diatara keadaan ON dan OFF bukanlah saklar yang dalam keadaan baik. Sangat berbeda dengan Thyristor, Komponen ini sudah dirancang untuk hanya berada dalam dua keadaan ON atau ONFF. Dalam aplikasinya, Thyristor banyak digunakan di perangkat atau rangkaian-rangkaian elektronika seperti Pengendali Daya, Timer, Osilator, peredam cahaya, pengendali kecepatan motor listrik dan lain sebagainya.
Baca Juga : Jenis Jenis Thyristor dan Cara Kerjanya
Artikel diambil dari berbagai sumber, Jika ada kesalahan dalam bahasa atau pengetikan silahkan di koreksi dengan berkomentar. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

IC ( Integrated Circuit ) - Elektronika Dasar


IC ( Integrated Circuit ) adalah kumpulan dari berbagai macam komponen hingga beribu komponen elektronika yang terdiri dari sebuah transistor, resistor dan kononen elektronika lain yang membentuk satu rangkaian elektronika dan memiliki suatu fungsi elektronika tertentu dan dikemas dalam sebuah kemasan yang komplek dan kecil dengan pin atau kaki untuk menjalankan fungsi dari IC itu sendiri.

IC dipakai sebagai otak dalam sebuah rangkaian elektronika, contohnya: mikroproccesor. dan lainya, Nah jika ada salah silahkan di koreksi dengan berkomentar, Terimakasih.

Jenis-Jenis Kapasitor Beserta Fungsinya - Elektronika Dasar


Jenis-Jenis Kapasitor Beserta Fungsinya - Kapapsitor adalah salah satu dari berbagai macam komponen dasar elektronika yang memiliki fungsi sangat penting. Kapasitor atau biasa disebut dengan kondesator merupakan komponen yang mampu menyimpan dan melepaskan suatu muatan listrik. Satuan kapasitor disebut dengan Farad, yang menunjukan kemapuan menyimpan suatu muatan listrik atau kapasistansi, Farad sendiri diambil dari nama penemunya Michael Faraday penemu kapasitor.

Kapasitor memiliki beberapa jenis :
  • Kapasitor Non Polar
    Kapasitor non polar adalah kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, lm dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik lm adalah bahanbahan material seperti polyester(polyethylene terephthalateatau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya. 
  • Kapasitor Polar
    Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif, biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik.Lihat pada gambar di bawah.
  • Kapasitor Variabel
    Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng.
Nah sekian dulu dari kami , artikel diambil dari berbagai sumber jadi jika ada salah silahkan di koreksi dengan berkomentar, Terimakasih.

Cara Kerja Transfomator Dan Pengertianya - Elektronik

Penjelasan dan cara kerja transformator atau Trafo - Tranformator adalah alat yang memiliki fungsi unuk menaikan dan menurunkan tegangan inout dan output. Transformator dibedakan menjadi dua berdasarkan fungsinya. transformator step up dan step down.

a. Transformator Step Up atau transformator yang berfungsi untuk menaikan tegangan input
b.TRansformator Step Down yaitu transformator yang memiliki fungsi sebagai penurun tegangan.

Cara kerja transformator :
Arus bolak-balik (AC) akan melewati koil pertama (kumparan primer) yang menginduksi arus bolak-balik di koil kedua (kumparan sekunder). Lihat gambar simbol dan transformator pada gambar diatas.

Sekian penjelasan tentang cara kerja dan pengertian Transformator jika ada kekeliruan silahkan dikoreksi dengan berkomentar di blog ini. Terimakasih.

Dioda Dan Fungsinya - Elektronika Dasar

Dioda pengertian dan fungsinya  -  Dioda adalah sebuah komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai penghantar arus listrik yang memiliki arus searah dan akan menghambat arus listrik yang mengalir dari sebaliknya. Dioda juga bisa digunakan untuk mengontrol arus, yaitu dimanfaatkan sebagai saklar elektronik. Dioda terdiri dari dua komponen elektroda Anoda dan Katoda.

Apa itu anoda dan Katoda ?

Elektroda Anoda  adalah biasa berupa logam maupun penghantar listrik lain. pada sel elektrokimia yang terpolarisasi jika arus suatu listrik mengalir ke dalamnya. Arus listrik mengalir berlawanan dengan suatu pergerakan elektron. Pada suatu proses elektrokimia baik sel galvani ataupun cell elektrolisis, Elektroda Anoda Mengalami oksidasi.

Elektrodak Katoda sendiri adalah kebalikan dari Elektroda Anoda dalam sel elaktrokimia yang terpolarisasi jika arus listrik menglir darinya.
Baca Juga : Pengertian Resistor SMD dan Fungsinya
Cara kerja Diode sendiri seperti gambar diatas jika arus listrik mengalir dari kutub A maka arus listrik dari kutub B tidak akan masuk ke kutub A.

Nah jika ada kekeliruan silahkan dikoreksi dengan berkomentar , Maka akan segera kami koreksi dengan menambahkan artikel maupun koreksi dari sobat.