Showing posts with label elektronik dasar. Show all posts
Showing posts with label elektronik dasar. Show all posts

Jenis-Jenis Transistor - ELektronika Dasar

Jenis Jenis Komponen Elektronika Transistor Lengkap -  Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas atau mengulas kembali jenis jenis transistor , agar lebih mudah dalam memperlajari elektronika mulai dari dasar , seperti halnya kita mengulang kembali waktu masih belajar di sekolah dulu.  Langsung saja simak penjelasan berikut.

Baca juga :
-Pengertian Induktor Dan Fungsinya - Elektronika Dasar
-Jenis-Jenis Thirystor Dan Cara Kerjanya - Elektronika Dasar
-Jenis-Jenis Tarfo (Transfomator) - Elektronika Dasar

Transistor memiliki dua jenis transistor yaitu :  Transistor Bipolar dan Unipolar.
a. Transistor Bipolar 
Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua kutub pesambungan.

b. Transistor Unipolar 
Transistor Unipolar adalah sebuah transistor yang hanya memiliku satu kutub persambungan.
Transistor biasa memiliki 3 buah kaki yang masing masing memiliki nama Emitor, Basis dan Kolektor.  Secara mendasar ada dua macam transistor yaitu transistor Junction NPN dan PNP. Agar transistor dapat beroperasi dengan baik pada suatu rangkaian elektronika, transistor harus diberi bias dengan benar. Bila kita ingin transistor bekerja dengan aktif maka Junction Emitterbase diberi bias mundur. Nah sebelu kita memberikan bias pada sebuah transistor. Kita harus mengetahui jenis dari transistor yang akan digunakan tersebut.

Transistor PNP dan PNP yang terdapat suatu cara yang mudah untuk menentukan jenis transistor, yaitu dengan menggunakan Ohmmeter. Jika kaki negatif dari OHmmeter yang berhubungan dengan internal baterai dihubungkan ke pada Katoda dan kaki Positif ke pada Anoda, pada meter akan terbaca sebuah nilai resistansi yang cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh elektron- elektron dapat secara mudah mengalir dari bagian N ke bagian P. Dengan kata lain baterai dalam meter memberikan Bias maju pada P-N junction , akan tetapi jika polaritas pada kaki kaki meter dibalik, metek akan membaca nilai resistansi yang tinggi karena internal baterai memberikan bias mundu kepada junction. Sebuah cara yang sama dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi suatu jenis transistor NPN dan PNP. Menentukan suatu jenis komponen ini memanglah tidak akan menjadi masalah bagi yang sudah biasa dengan dunia elektronika, Bahkan bagi orang profesional cukup melihat dan membaca kode pada komponen sudah mengetahui jenis suatu komponen elektronika. Tapi tidak semua orang paham dengan hanya melihat kode komponen yang sudah ada pada suatu komponen tersebut terutama bagi orang awam.  Transistor NPN Dan PNP - Elektronika Dasar


Nah sekian , artikel diambil dari beberapa sumber jika ada kekeliruan atau ingin menambahkan silahkan berkomentar. Semoga bermanfaat.

Jenis-Jenis Tarfo (Transfomator) - Elektronika Dasar

Jenis-Jenis Trafo pada rangkaian elektronika - Kali ini kita akan membahas sedikit atau mengulas kembali tentang jenis jenis Trafo atau Transfomator elektronika dasar , agar dapat lebih mudah kita pahami dan bagi orang awam yang ingin belajar elektronika dasar tentang jenis jenis trafo.

Apa itu trafo ? Baca : Pengertian Trafo (Transfomator) dan cara kerjanya 

1. Trafo Step UP
Trafo Step Up adalah salah satu jenis transformator yang memiliki fungsi untuk menikan tegangan bolak balik (AC). Trafo Step Up sering disebut juga dengan trafo penaik teggangan arus. Pada Trafo Step Up, jumlah lilitan Skunder lebih banyak dari pada Primer. Trafo step up dapat dijumpai pada jaringan pembangkit listrik. Pada elektronika sendiri, trafo step up banyak di jumpai [ada rangkaian inverter seperti televisi dan rangkaian yang memperlukan tegangan yang tinggi.

2. Trafo Step Down 
Trafo Step Down adalah jenis tranformator yang memiliki fungsi untuk menurukan suatu tegangan arus bolak balik atau AC. Kebalikan dari
Trafo Step-Down adalah jenis transformator yang berfungsi
untuk menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Kebalikan dari Trafo Step Up, Trafo Step Down sering disebut juga sebagai trafo penurun tegangan. Pada trafo step down ini jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dari lilitan primer. Trafo ini sering dan banyak digunakan pada rangkaian elektronika dan terutama pada rangkaian yang membutuhkan tegangan rendah.

3. Trafo Adaptor 
Trafo Step Down yang ditambahkan dengan suatu rangkaian penyearah untuk dapat menghasilkan tegangan DC sering disebut juga dengan adaptor. Biasanya dalam sebuah adaptor yang bagus sudah dilengkapi dengan suatu rangkaian regulator tegangan agar arus DC yang dikeluarkan lebih bersih dan tidak mengakibatkan atau menimbulkan dengung karena arus AC yang bocor. Trafo adaptor beserta rangkaian pendukung lazim digunakan oleh para teknisi atau penghobi elektronika sebagai penganti baterai dalam proses pembuatan suatu proyek elektro.

4. Trafo Output - Input
Trafo Output/Input biasa disebut juga dengan Trafo OT/IT. Trafo jenis ini memiliki kegunaan untuk keperluan kopling audio pada suatu rangkaian amplier yang masig menggunakan sistem push-pull. Trafo output dan input saat ini masih sering dipakai pada amplier merk TOA untuk keperluan pada gedung gedung, tempat ibadah dan tempat yang dikhususkan untuk keperluan lain. Biasanya amplier jenis push pull yang menggunakan trafi OT dan IT akan lebih dominan pada suara medium, Sebagai contoh  trafo Output/Input adalah tipe OT240, IT240, OT426, IT426.

5.Trafo Frekuensi
Trafo Frekuensi menengah sering disebut dengan trafo IF (Intermediate Frequency). Sesuai dengan namanya trafo jenis ini memiliki sistem kerja pada frekuensi menengah. Untuk kegunaanya. Trafo IF sering dipakai pada radio-radio AM atau FM. Pada trafo IF sudah terdapat lilitan primer dan sekundr yang di paralelkan dengan kapasitor khusu untuk suatu keperluan frekuensi menengah sehingga dapat menjadi sebuah rangkaian resonansi L-C. Frekuensi IF sudah memiliki standarisasinya, yang mana untuk keperluan AM (Amplitudo Modulation) frekuensi menengah yang digunakan adalah 455kHz, Sedangkan untuk FM(Frequency Modulation) frekuensi menengah yang digunakan adalah 10.5MHz.

Baca Juga :
-Transistor NPN Dan PNP - Elektronika Dasar
-IC ( Integrated Circuit ) - Elektronika Dasar
-Jenis-Jenis Kapasitor Beserta Fungsinya - Elektronika Dasar
-Dioda Dan Fungsinya - Elektronika Dasar
-Pengertian Dan Fungsi Resistor SMD - Elektronika Dasar

Trafo Frekuensi Tinggi ini bekerja pada frekuensi tinggi yang banyak dipakai untuk keperluan pembangkitan suatu frekuensi (Osilator), Lilitan resonansi, dan yback pada suatu rangkaian televisi tabung. Trafo frekuensi tinggi yang sering digunakan sebagai osilator disebut dengan Spul Osilator. Lilitan osilator yang digunakan terdapat dua jenis, Osilator Hartley dan Osilator Coolpits. Selain itu Pada suatu frekuensi tinggi trafi jenis ini banyak di gunakan untuk menyesuaikan impendasi antara suatu antena dan pemancarnya. Trafo ini biasa disebut dengan Spul Antena.

6. Trafo Switching
Trafo ini merupakan salah satu komponen elektronika trafo yang sering digunakan pada power supply yang menggunakan teknologi Switching. Power supply jenis ini menggunakan system
pembangkitan frekuensi tinggi yang mempunyai esistensi yang lebih baik dibangdingkan dengan power supply biasa yang masih menggunakan trafo frekuensi rendah. Trafo Switching mempunyai kelebihan dibandingkan dengan trafo power supply biasa, yaitu terletak pada dimensi pada power supplu switching bisa dipangkas sehingga dapat mencapai 80% . Begitu juga dengan beratnya. Sebagai contoh sebuah power supply biasa dengan  arus listrik 20 Amper akan mempunyai dimensi yang cukup besar dan beratnya bisa mencapai 20Kg.. Dengan power supplu switching  dengan arus yang sama mungkin beratnya tidaklah sampai 2Kg. Begitu juga dengan dimensinya akan jauh lebih kecil. Trafo Switching pada power supply switching banyak digunakan pada alat alat elektronika modern seperti halnya printer PSU komputer adaptor laptop dan masih banyak lagi.

Nah sekian penjelasan tentang jenis jenis trafo , artikel diambil dari berbagai sumber jadi jika ada salah silahkan anda mengkoreksinya dengan berkomentar. Semoga bermanfaat.

Pengertian Induktor Dan Fungsinya - Elektronika Dasar

Pengertian Induktor Beserta Fungsinya - Induktor adalah sebuah komponen yang sering digunakan sebagai beban  indukti. Induktor memiliki fungsi sebagai penyimpanan energi pada medan magnet akibat tengangan listrik yang melaluinya. Induktor yang sangat ideal terdiri dari kawat yang dililit tanpa adanya nilai resistansi. Sifat sifat elektrik dari Induktor ditentukan oleh panjangnya lilitan induktor, diameter induktor, jumlah lilitan dan bahan yang mengililinginya. Nilai induktansi dari sebuah indukto dinyatakan dalam satuan Henry.

Baca Juga : Tranasistor NPN dan PNP Fungsi dan pengertianya

Jenis-Jenis Thirystor Dan Cara Kerjanya

Jenis Jenis Thyristor Beserta Cara Kerjanya -  Kali ini kita akan membahas Beberapa komponen elektronika yang tergolong dalam kelompok Thyristor  beserta cara kerja komponen tersebut diantaranya seperti dibawah ini :
Baca : Pengertian Thyristor dan cara kerjanya 
SCR (Silicon Controlled Rectifier) adalah salah satu jenis Thyristor yang memiliki tiga kaki terminal dan masing masing terminal dinamai dengan GATE ANODA dan KATODA. Secara struktur SCR terdiri dari 4 lapis semikonduktor yaitu PNPN yang memiliki terminal pengendalinya terdapat pada lapisan Positif (P).

Cara Kerja SCR  :
  • Saat SCR tidak dialiri arus listrik, SCR akan berada pada keadaan OFF. Dan saat terminal GATE dialiri arus rendah, SCR akan menjadi ON dan menghantarkan Arus Listrik dari ANODA ke KATODA. MEskipun Arus Listrik GATE dihilangkan, SCR akan tetap berjalan dalam keadaan ON hingga Arus yang mengalir dari ANODA ke KATODA tersebut juga hilang menjadi 0V

SCS (Silicon Controlled Switch) adalah jenis Thyristor yang memiliki 4 kaki terminal ANODE GATE, CATHODE , GATE. Sama dengan SCR, SCS atau biasa disebut Silicon Controlled Switch juga meiliki fungsi sebagai Saklar.

Cara Kerja SCS : 

  • SCS memiliki cara kerja hampir sama dengan SCR, namun SCS dapat di OFF dengan cara memberikan tegangan tertentu pada kaki ANODE GATE (Gerbang Anoda). Perangkat ini juga dapat dipicu dengan memberikan tegangan negatif pada Anode Gate, arus listrik akan mengalir satu arah dari ANODA (A) ke KATODA (K)

TRIAC (Triode from Alternating Current) adalah Thyristor yang memiliki kaki terminal tiga dan masing-masing terminalnya dinamai dengan GATE,MI1 dan MI2. Setelah di picu (trigger) menjadi ON, TRIAC mampu menghantarkan arus listrik dari kedua arah. Oleh karena itu TRIAC sering disebut dengan Bidirectional Triode Thyristor.

Cara Kerja TRIAC :

  • TRIAC memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan SCR, namun TRIAC dapat mengendalikan arus listrik dari dua arah baik dari arah MT1 ke MT2 maupun MT2 ke MT1. Dengan demikian TRIAC dapat digunakan sebagai saklar yang mengendalikan arus DC maupun arus AC. TRIAC akan berubah kondisi ON dan menghantarkan arus listrik apabila terminal GATE diberikan arus listrik, jika arus listriknya dihilangkan maka TRIAC akan berubah OFF

DIAC (Diode Alternating Current) adalah salah satu jenis Thyristor yang hanya memiliki dua kaki terminal dan dapat menghantarkan arus listrik dari kedua arah apabila tegangan melampau batas tegangan brekovernya atau tegangan breakdown. DIAC sering juga disebut dengan Bidirectional Thyristor.

Cara Kerja DIAC :

  • DIAC akan berada pada kondisi OFF bila tegangan yang diberikanya masih dibawah tegangan breakover. Ketika tegangan melampaui batas breakover. DIAC akan berubah menjadi kondisi ON dan menghantarkan arus listrik. Setelah DIAC dipicu menjadi ON, DISC akan terus menghantarkan  arus listrik dalam kondisi ON meskipun tegangan yang diberikan tersebut turun dibawah tegangan breakover. DIAC hanya akan berhenti menghantarkan arus listrik  atau berubah menjadi OFF bila tegangan yang diberikan menjadi 0 dengan kata lain arus listriknya terputus atau diputuskan.

Nah itu saja tentang jenis jenis Thyristor , jika ada kesalahan silahkan dikoreksi dengan berkomentar, artikel diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat..

Pengertian THYRISTOR Beserta Prinsip Kerjanya - Elektronika Dasar

Thyristor adalah sebuah komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai saklar atau biasa disebut swicth, Pengendali yang terbuat dari bahan semi konduktor. Thyristor secara esklusif bertindak sebagai saklar ini pada umumnya memiliki dua hingga empat kaki terminal. Meskipun thyristor terbuat dari semikonduktor, Thyristor sendiri tidak digunakan sebagai penguat sinya sebagaimana Transistor.

Pada prisipnya, Thyristor yang memiliki terminal tiga akan menggunakan arus tegangan rendah yang diberikan kepada salah satu kaki terminalnya untuk mengendalikan aliran arus tegangan tinggi yang melewati dua terminal lainya. Sedangkan untuk Thyristor berterminal dua tidak memiliki kendali GATE, fungsi saklarnya akan di aktifkan apabila tengangan pada kedua terminalya mencapai level tertentu. Level tegangan yang dimaksud biasanya disebut Breakdown Voltage. Pada saat dibawah tegangan breakdown. Kedua kaki terminal tidak akan mengaliri arus listrik atau berada pada posisi OFF.

Dalam membahas tentang Saklar (Switch) elektronik, pada dasarnya kita juga dapat menggunakan sebuah komponen elektronik Transistor. Namun bila dibandingkan dengan Transistor, Thyristor akan berfungsi lebih baik dari pada transistor. Hal ini dikarenakan Transistor memerlukan tegangan  yang tepat untuk mengoperasikan fungsi saklarnya, jika tegangan yang diberikan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan maka pada Transistor tersebut akan berada dalam keadan ON dan OFF. Saklar yang berada diatara keadaan ON dan OFF bukanlah saklar yang dalam keadaan baik. Sangat berbeda dengan Thyristor, Komponen ini sudah dirancang untuk hanya berada dalam dua keadaan ON atau ONFF. Dalam aplikasinya, Thyristor banyak digunakan di perangkat atau rangkaian-rangkaian elektronika seperti Pengendali Daya, Timer, Osilator, peredam cahaya, pengendali kecepatan motor listrik dan lain sebagainya.
Baca Juga : Jenis Jenis Thyristor dan Cara Kerjanya
Artikel diambil dari berbagai sumber, Jika ada kesalahan dalam bahasa atau pengetikan silahkan di koreksi dengan berkomentar. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Transistor NPN Dan PNP - Elektronika Dasar

Apa itu transistor ?  Transistor adalah suatu komponen yang merupakan komponen dasar elektronika yang harus dan wajib kamu ketahui karena Transistor memiliki banyak fungsi yang merupakan salah satu komponen yang memegang peranan sangat penting di dalam dunia elektronika modern. Pada prisipnya transistor terdiri dari dua buah dioda yang dipersatukan. Transistor terdiri atau memiliki 3 kaki yaitu Basis (B) Colector (C) dan Emitor (E) . Agar tansistor dapat berkerja, kepada titik kaki kainya harus di berikan tegangan. Teggangan ini biasa disebut bias Voltage. Basis-Emitor diberikan Foward Voltage, sedangkan pada Basis-Colector diberikan Reverse Voltage. Transistor sendiri memiliki sifat bahwa anatara Colector dan Emitor akan ada suatu arus (transistor akan menghantarkan) bila ada arus basis. Makin besar arus basi makin besa pula penghantaranya.

Fungsi transistor sendiri berfungsi sebagai penguat arus, sebagai swicth atau stabilitasi tegangan dan modulasi sinyal juga penyerah dll.

Transistor memiliki dua jenis diantar Transistor NPN dan PNP. dua jenis transistor ini memiliki cara kerja tersendiri . Apa itu transistor NPN dan PNP ?

Cara kerja Transistor NPN. Arus akan mengalir dari kolektor ke emitor, jika basisnya dihubungkan ke ground (negatif). Arus yang mengalir dari basis harus berukuran lebih kecil daripada arus yang mengalir dari kolektor ke emitor, oleh karena itu maka sebaiknya jika pin pada basis di pasang sebuah resistor.

Transistor PNP memiliki cara kerja dengan arus yang mengalir dari emiter menuju ke kolektor jika pada pin basis dihubungkan pada sumber tengangan. Arus yang mengalir ke basis harus lebih kecil daripada arus yang mengalir dari emitor ke kolektor.

Transistor memiliki kode-kode untuk setiap jenisnya. Kode standart transistor dapat dilihat dibawah ini. Kode Standart Transistor .

  • 2SAXXXX menunjukkan transistor jenis PNP bertipe frekuensi tinggi.
  •  2SBXXXX menunjukkan transistor jenis PNP bertipe frekuensi rendah.
  •  2SCXXXX menunjukkan transistor jenis NPN bertipe frekuensi tinggi.
  • 2SDXXXX menunjukkan transistor jenis NPN bertipe frekuensi rendah.
Jika ada kekeliruan silahkan di koreksi dengan berkomentar, sumber bacaan artikel dari berbagai sumber , jika telah terkoreksi kami akan segera memperbaikinya dengan mengedit pos ini terimakasih.



IC ( Integrated Circuit ) - Elektronika Dasar


IC ( Integrated Circuit ) adalah kumpulan dari berbagai macam komponen hingga beribu komponen elektronika yang terdiri dari sebuah transistor, resistor dan kononen elektronika lain yang membentuk satu rangkaian elektronika dan memiliki suatu fungsi elektronika tertentu dan dikemas dalam sebuah kemasan yang komplek dan kecil dengan pin atau kaki untuk menjalankan fungsi dari IC itu sendiri.

IC dipakai sebagai otak dalam sebuah rangkaian elektronika, contohnya: mikroproccesor. dan lainya, Nah jika ada salah silahkan di koreksi dengan berkomentar, Terimakasih.

Jenis-Jenis Kapasitor Beserta Fungsinya - Elektronika Dasar


Jenis-Jenis Kapasitor Beserta Fungsinya - Kapapsitor adalah salah satu dari berbagai macam komponen dasar elektronika yang memiliki fungsi sangat penting. Kapasitor atau biasa disebut dengan kondesator merupakan komponen yang mampu menyimpan dan melepaskan suatu muatan listrik. Satuan kapasitor disebut dengan Farad, yang menunjukan kemapuan menyimpan suatu muatan listrik atau kapasistansi, Farad sendiri diambil dari nama penemunya Michael Faraday penemu kapasitor.

Kapasitor memiliki beberapa jenis :
  • Kapasitor Non Polar
    Kapasitor non polar adalah kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, lm dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik lm adalah bahanbahan material seperti polyester(polyethylene terephthalateatau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya. 
  • Kapasitor Polar
    Kapasitor Polar adalah kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif, biasanya kapasitor Polar bahan dielektriknya terbuat dari elketrolit dan biasanya kapasitor ini mempunyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik.Lihat pada gambar di bawah.
  • Kapasitor Variabel
    Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng.
Nah sekian dulu dari kami , artikel diambil dari berbagai sumber jadi jika ada salah silahkan di koreksi dengan berkomentar, Terimakasih.

Cara Kerja Transfomator Dan Pengertianya - Elektronik

Penjelasan dan cara kerja transformator atau Trafo - Tranformator adalah alat yang memiliki fungsi unuk menaikan dan menurunkan tegangan inout dan output. Transformator dibedakan menjadi dua berdasarkan fungsinya. transformator step up dan step down.

a. Transformator Step Up atau transformator yang berfungsi untuk menaikan tegangan input
b.TRansformator Step Down yaitu transformator yang memiliki fungsi sebagai penurun tegangan.

Cara kerja transformator :
Arus bolak-balik (AC) akan melewati koil pertama (kumparan primer) yang menginduksi arus bolak-balik di koil kedua (kumparan sekunder). Lihat gambar simbol dan transformator pada gambar diatas.

Sekian penjelasan tentang cara kerja dan pengertian Transformator jika ada kekeliruan silahkan dikoreksi dengan berkomentar di blog ini. Terimakasih.

Dioda Dan Fungsinya - Elektronika Dasar

Dioda pengertian dan fungsinya  -  Dioda adalah sebuah komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai penghantar arus listrik yang memiliki arus searah dan akan menghambat arus listrik yang mengalir dari sebaliknya. Dioda juga bisa digunakan untuk mengontrol arus, yaitu dimanfaatkan sebagai saklar elektronik. Dioda terdiri dari dua komponen elektroda Anoda dan Katoda.

Apa itu anoda dan Katoda ?

Elektroda Anoda  adalah biasa berupa logam maupun penghantar listrik lain. pada sel elektrokimia yang terpolarisasi jika arus suatu listrik mengalir ke dalamnya. Arus listrik mengalir berlawanan dengan suatu pergerakan elektron. Pada suatu proses elektrokimia baik sel galvani ataupun cell elektrolisis, Elektroda Anoda Mengalami oksidasi.

Elektrodak Katoda sendiri adalah kebalikan dari Elektroda Anoda dalam sel elaktrokimia yang terpolarisasi jika arus listrik menglir darinya.
Baca Juga : Pengertian Resistor SMD dan Fungsinya
Cara kerja Diode sendiri seperti gambar diatas jika arus listrik mengalir dari kutub A maka arus listrik dari kutub B tidak akan masuk ke kutub A.

Nah jika ada kekeliruan silahkan dikoreksi dengan berkomentar , Maka akan segera kami koreksi dengan menambahkan artikel maupun koreksi dari sobat.

Pengertian Dan Fungsi Resistor SMD - Elektronika Dasar


Resistor SMD biasa diartikan Resistor Surface Mount Device atau resistor yang metode pemasanganya terletak pada permukaan motherboard atau PCB maupun modul dan biasa disebut dengan resistor tempel, Penandaan nilai resistansinya ditandai dengan numerik yang kodenya mirip dengan kondensator keci. Resistor dengan nilai standar ditandai dengan 3 digit kode, dimana dua digit pertama merupakan nilai resistansi dan digit ke tiga merupakan merupakan jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi di awal.

Contoh : 

"330" =33 OhmBukan 330 Ohm
"221" = 22 x 10 ohm = 220 ohm
"334" = 33 × 10.000 ohm = 330.000 ohm =330 Kilo Ohm = 330K
"222" = 22 × 100 ohm = 2.200 ohm = 2,2 Kilo Ohm = 2.2K = 2K2
"473" = 47 × 1.000 ohm = 47.000 ohm = 47 Kilo Ohm = 47K
"105" = 10 × 100.000 ohm = 1000.000 ohm = 1 Mega Ohm = 1M

Fungsi dari resistor SMD ini terutama pada motherboard laptop adalah sebagai penurun arus tegangan voltase pada aliran PCB laptop.

Sekian dulu dari kami jika ada kekeliruan silahkan dikoreksi dengan berkomentar, akan kami perbaiki atau melakukan pembahan berdasarkan saran anda.